Menuntut Ilmu sampai ke Kota Kreatif

Admin 2017-02-22 08:00:32 muhammad saleh afif, jogjakarta, menuntut ilmu, akademika, jalan-jalan, desain, lettering

Oleh: Muhammad Saleh Afif

Ini adalah pengalaman saya beberapa hari berada di Yogyakarta :

Hari kamis pukul 01.00 saya beserta beberapa pengurus Citron Academy berangkat menuju Yogya. Kenapa memilih malam hari, tau sendirilah kalau berangkat pada siang atau sore hari macet, jadi kami memilih berangkat pada malam hari biar jadi lebih cepat sampai karena tidak macet hehe.

Dugaan kami benar, berangkat pada malam hari jalanan tidak macet malah bisa disebut renggang. Saat kami di perjalanan kami menghabiskan waktu dengan ngobrol, main hp, makan, dan yang paling utama adalah tidur, terkecuali yang mengendarai ya. Dia begadang sampai pagi, bahkan dia mengendarai dari Depok sampai ke Yogya, dan pada keesokan paginya kami sempat berhenti di beberapa tempat untuk sekedar istirahat dan shalat. Di tengah perjalanan, kami juga membeli telur asin Brebes tapi di jual di Tegal haha, ya tapi lumayanlah buat mengisi perut yang kosong karena makanannya sudah habis.

Tapi, selama perjalanan dari Brebes ke Yogyakarta, saya sangat miris karena sangat disayangkan jalanannya banyak yang rusak, padahal jalanan seperti itu dapat menaikan risiko kecelakaan lalu lintas, dan membuat para pengendara sangat tidak nyaman. Seharusnya pemerintah setempat dapat memperbaiki jalanan itu sehingga perjalanan pun jadi nyaman dan dapat mengurangi tingkat kecelakaan.

Pada pukul 11.30 kami mampir di pom bensin sekitar untuk mandi karena kami akan melaksanakan shalat Jum’at, setelah itu kami langsung melanjutkan perjalanan. Pukul 15.30 kami sampai di Yogya dan kami berhenti di masjid Gedhe Kauman, Kraton untuk istirahat, dan menunaikan shalat. Selepas isya kami mencoba menelusuri kota Yogyakarta, dan menurut saya pribadi Yogya sungguh keren, indah, dan kreatif. Banyak kesenian-kesenian jalanan menunjukan kebolehannya.

Tak lupa juga saya sebagai pembelajar yang sedang menekuni design grafis sangat bahagia karena dapat banyak inspirasi di sini terutama pada penampakan visual desain dan juga dari desain nama restoran atau nama tokonya sangat inspiratif. Mulai dari ilustrasinya dan dari tulisan nama tokonya banyak yang menggunakan jenis-jenis brand yang berbeda. Ada yang menggunakan typography sebagai visual utama pada tokonya, ada pula yang menggunakan ilustrasinya saja dan bahkan ada yang menggabungkan keduanya dan menurut saya itu sangat estetik dan keren.

Sehabis menghabiskan malam di jalan Malioboro, kami menuju masjid Jogokaryan, untuk sekedar menginap di sana melepas lelah. Perlu kalian tau, masjid ini terkenal karena keapikannya dalam melayani masyarakat sekitar dan bagi orang yang berkunjung, bahkan banyak pula yang datang jauh-jauh dari berbagai daerah sekitar Yogyakarta bahkan dari luar daerah untuk belajar manajemen masjid. Masjid ini terlatak di lingkungan yang dulunya hanyalah sebuah kampung, dan dulunya masjid ini hanyalah sebuah langgar kecil yang membawa sebuah visi yang mulia yaitu bermanfaat dan berkembang hingga jadi pusat aktifitas kebaikan, dan yang membuat saya kagum adalah karena jumlah jama’ah pada shalat subuh sama seperti shalat Jum’at. Tidak seperti masjid-masjid lain pada umumnya, tapi ini sungguh luar biasa. Kuncinya adalah kesabaran dalam berjuang dan istiqomah.

Keesokan harinya selepas sarapan di angkringan kami langsung menuju Ling-Lung Cafe & EATRY untuk sebagian dari kami  mengikuti workshop dengan agenda Creative Talk dan sebagian kami pergi ke daerah Bantul untuk silaturrahim ke Pondok Programmer dan berbincang-bincang seputar kegiatan-kegiatan di sana yang hampir serupa dengan Citron Academy, tempat saya menuntut ilmu saat ini :)

Kegiatan Creative Talk berlangsung sampai sore hari, selepas shalat ashar kami langsung menuju ke Lippo Plaza Yogyakarta untuk melihat pameran typhograpy/lettering yang membuat saya sangat antusias karena menambah wawasan saya tentang typography. Banyak model tulisan yang belum saya ketahui dan itu membuat saya makin penasaran apa lagi model tulisan script dalam lettering, dan itu menambah daya saya dalam mengeksplorasi tulisan dan model design saya.

Dan di sana saya juga bertemu dengan seseorang yang bernama Helmi Aziz. Dia adalah seorang yang menekuni bidang Lettering, kami berkenalan dan mengobrol dan yang membuat saya semangat  saat dia bersedia mengajari kami membuat karya lettering dengan benar dan mudah, dan itu juga lagi-lagi menambah kapasitas keahlian dan keilmuan saya di bidang design grafis khususnya typhography, ya meskipun saya belum begitu mahir membuatnya hehe.

Setelah belajar Typography langsung kami menuju rumah kediaman mas Helmi Aziz (IG: @kreaziz) karena dia menyediakan tempat untuk bermalam, dijamulah kami olehnya. Setelah melepas lelah dan dahaga, kami diajak untuk melihat suasana Yogyakarta dari atas bukit bintang di daerah Wonogiri, dan ternyata melihat Yogyakarta dari atas sangat indah, selagi kami melihat pemandangan kami juga mengobrol dan saling bertukar informasi satu sama lain dengan tukang kedai yang kami singgahi ini. Setelah itu kami pun bergegas pulang.

Keesokan harinya kembali ke Ling-Lung CAFE & EATERY untuk melanjutkan workshop, tapi dengan agenda yang berbeda. Hari ini agendanya workshop/latihan membuat objek flat icon, mula-mula kami diajarkan Design Proses seperti brief, research, sketch, vectorize, revision, finishing kemudian kami dikenalkan dengan tools yang ada di Adobe Ilustrator seperti, selection tool (v), direct selection tool (a), pen tool (p) dan yang lain nya. Kemudian, kami disuruh membuat sketch dari objek yang akan kami buat, lalu kami diajarkan membuat grid dalam ranah ikonografi. Grid memiliki peran yang sangat penting karena fungsinya untuk menjaga, konsistensi dan proporsi icon, menjaga icon dalam satu set agar kohensif, serta untuk mempermudah mengaplikasikannya.

Lalu kami diintruksikan untuk membuat gambar digital dari icon yang sudah kami buat tadi dengan aturan mengikuti aturan harus sesuai dengan grid yang kami buat sebelumnya. Setelah kami selesai membuat icon tersebut, kami diajari cara membuat icon solid, yang kalau menurut saya lumayan susah, tapi itu sangat berguna bagi saya di kemudian hari, karena saya sedikit banyaknya berniat menekuni Design Grafis di bidang icon. Setelah acaranya selesai kami bergegas untuk kembali ke Jakarta.

Menurut saya, pengalaman ini sangat berkesan bagi saya dan sangat membekas di hidup saya karena saya dapat belajar banyak dari perjalanan kali ini. Semoga setelah dari sini kemampuan Design saya akan menjadi lebih baik. aamiin.